Facebook Twitter
Tampilkan postingan dengan label Premier League. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Premier League. Tampilkan semua postingan
0 Komentar

Kesabaran M.U. Berbuah Manis


Manchester - Manchester United memang menghajar Portsmouth lima gol tanpa balas, tapi tidak berarti semua itu diraih dengan mudah. Sir Alex Ferguson senang pasukannya bisa sabar.

Bermain di Old Trafford pada 52 tahun peringatan Tragedi Munich, Sabtu (6/2/2010), MU harus menunggu sampai menit ke-40 sebelum bisa mencetak gol pertama. Gol itu diceploskan Wayne Rooney dengan tandukannya.

Baru setelah gol pertama itu datang, keran bagai terbuka. Tiga gol bunuh diri pemain Portsmouth dan satu gol Dimitar Berbatov mengunci kemenangan 5-0 buat The Red Devils.

"Kami banyak menekan dan menguasai bola dan sangat sabar. Ini penting ketika ada lawan yang bermain defensif seperti halnya yang dilakukan Portsmouth," komentar Ferguson seusai laga, dikutip Sky Sports.

"Portsmouth mempersulit kami, tapi kami dapat mencetak gol sebelum separuh permainan," lanjut sang manajer MU.

Setelah gol Rooney, MU mencetak satu gol lagi lewat bunuh diri Anthony Vanden Borre yang membelokkan bola sodoran Nani. Fergie menyebut gol itu sebagai keberuntungan pasukannya.

Berbatov mendapat kredit khusus dari Ferguson. Striker Bulgaria itu mencetak gol keempat MU dengan sebuah tendangan terarah dari luar kotak penalti di menit ke-62.

"Kami terus mencoba menambah gol dan berhasil menambah tiga lagi. Satu gol dari Berbatov tadi brilian," puji Fergie.

Kemenangan besar ini mengantar MU memuncaki klasemen sementara Premiership dengan nilai 56 dari 25 laga, menggeser Chelsea ke peringkat dua. Minggu (7/2) ini, Chelsea akan melakoni partai berat melawan Arsenal.
0 Komentar

MU Bintang Lima ke Puncak


Manchester - Manchester United berhasil merebut puncak klasemen Liga Inggris dari tangan Chelsea. Situasi itu terjadi setelah 'Setan Merah' sukses membantai Portsmouth 5-0 yang diwarnai oleh tiga gol bunuh diri.

Dengan hasil ini MU berhasil mengkudeta Chelsea yang sebelumnya menduduki puncak klasemen. The Red Devils kini unggul satu poin dari 'Si Biru'. Namun Chelsea yang baru akan melakoni laga melawan Arsenal di Minggu malam dapat kembali menjadi pemuncak.

Sedangkan bagi Portsmouth, tanpa tambahan angka membuat mereka semakin dalam berada di dasar klasemen. Pompey kini tertinggal enam angka dari Wolverhamton Wandererers yang tepat di atasnya dan tujuh poin dari Bolton Wanderers yang berada di zona aman terakhir.

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Old Trafford, Sabtu (6/2/2010) tersebut, dilangsungkan mengheningkan cipta sejenak untuk mengenang 52 tahun tragedi Munich. MU 'cukup beruntung' karena dibantu oleh tiga gol bunuh diri Portsmouth yang dilakukan oleh Anthony Vanden Borre, Marc Wilson dan Richard Hughes di samping gol dari Wayne Rooney dan Dimitar Berbatov.

Jalannya pertandingan

Tampil di depan pendukungnya sendiri, MU langsung menekan sejak awal. Dimitar Berbatov mendapat peluang matang dari umpan silan Rooney di menit 10, namun penyelesaian akhirnya masih melenceng.

Dua menit kemudian, giliran Johny Evans yang membuat pendukung tim tamu berdebar-debar. Sundulannya dari umpan Gary Neville melenceng tipis dari gawang James.

Portsmouth yang melancarkan serangan seporadis sempat mendapat peluang di menit 13 di mana Nadird Belhadj yang lepas dari kawalan dan tinggal berhadapan dengan kiper Edwin van der Sar, harus kecewa karena penjaga gawang asal Belanda itu dengan sigap membuang bola di depan kotak penalti.

Di menit 34, tim tamu nyaris dapat membuka keunggulan setelah tendangan Belhadj dari sudut yang cukup potensial, masih dapat diselamatkan Evans yang memiliki inisiatif untuk berlari menjaga tiang jauh.

Satu menit kemudian, Berbatov membuang peluang emas yang sudah di dapatnya begitu saja. Umpan Neville dari sisi kanan gagal diubahnya menjadi gol dan hanya melenceng tipis.

Setelah berulangkali buntu dalam melancarkan serangan, Manchester United berhasil unggul 2-0 di lima menit jelang turun minum. Gol dicetak oleh Wayne Rooney dan bunuh diri Anthony Vanden Borre.

Gol Rooney di menit 40 berawal dari umpan silang Darren Fletcher di sisi kanan yang mengarah kepada kerumunan pemain di depan gawang Portsmouth. Rooney berhasil memanfaatkan situasi tersebut dengan melepaskan tandukan yang gagal dijangkau kiper David James.

MU lantas tetap menjaga volume serangan menjelang babak pertama berakhir. Portsmouth mendapat petaka di menit 45 setelah Vanden Borre memasukkan bola ke gawangnya sendiri.

Insiden itu berawal dari pergerakan inividu Nani di sisi kiri. Pemain asal Portugal itu tampak akan melepaskan umpan tarik dengan kaki kirinya, namun bola membentur kaki Vanden Borre dan berbelok ke gawang, sedangkan James yang kaget gagal mengantisipasi hal tersebut.

Unggul 2-0 di babak pertama tak membuat Manchester United mengendorkan serangan. 'Setan Merah' berhasil mencetak dua gol dalam kurun waktu tiga menit oleh Michael Carrick dan Dimiar Berbatov.

Michael Carrick berhasil menggetarkan jala gawang James di menit 59. Gol itu berawal dari kemelut di depan kotak penalti Portsmouth dan bola mengarah kepada Carrick yang ada di belakang.

Gelandang asal Inggris ini melepastan tendangan kaki kiri yang cukup keras dan sempat membentur pemain belakang Hughes dan menaikkan arah bola. James pun tak kuasa mengantispasi hal itu. Ofisial pertandingan rupanya mencatat hal itu sebagai gol bunuh diri dari Hughes.

MU berhasil mencetak golnya yang kelima di menit 69. Umpan silan Patrice Evra diarahkan kepada Nani yang gagal menjangkau bola. Wilson yang mendapatkan bola deras malah tanpa sengaja memasukkanya ke gawang sendiri.
0 Komentar

'Rooney Terbaik Dunia, Tinggal Tunggu Waktu'


Manchester - Kualitas yang ditunjukkan oleh striker Manchester United Wayne Rooney membuatnya layak masuk jajaran pemain terbaik dunia. Bagi Rooney, gelar World Best Player pun tinggal masalah waktu saja.

Bintang Rooney mulai bersinar ketika ia memperkuat Everton di tahun 2002 hingga 2004. Sinar itu semakin terang ketika pemain yang akrab dipanggil Wazza ini berseragam "Setan Merah".

Sejak 2004 hingga saat ini, Rooney sudah menghadirkan tujuh gelar bagi MU. Di kompetisi dalam negeri, Rooney berkontribusi dalam raihan tiga Liga Primer, satu Community Shield, dan satu Piala Liga.

Sementara itu di kancah internasional, pemain nasional Inggris itu menyumbang satu gelar Liga Champions dan kejuaraan Piala Dunia Antarklub.

Namun sejauh ini kualitas dan pencapaian itu masih belum membawa Rooney menjadi pemain terbaik dunia, bahkan namanya pun belum terpampang dalam daftar tiga besar.

Meski begitu, hal tersebut tinggal masalah waktu saja bagi Rooney. "Wayne semakin dekat dengan jajaran pemain terbaik dunia," tukas pemain senior MU Ryan Giggs seperti dari Soccernet.

"Anda bisa lihat kemampuan yang ia tunjukkan untuk kami dan juga Inggris. Apa yang dia lakukan sudah sama dengan yang dilakukan para pemain terbaik dunia," tambah pemain asal Wales itu.

"Hal yang terbaik adalah Wayne masih terus berkembang. Ia masih 24 tahun, ia sedang dalam proses untuk mencapai penampilan terbaik. Keinginannya sangat kuat dan ia merupakan pemain terbaik untuk tim mana pun," pungkas Giggs.
0 Komentar

Efek Besar Gol Injury Time Rooney


Manchester - Gol penentu kemenangan Manchester United atas Manchester City yang dibuat Wayne Rooney di masa injury time punya efek luar biasa. Gol tersebut bisa mengantar MU meraih tiga poin saat melawat ke Arsenal.

MU sempat dibuat ketar-ketir oleh City saat menjalani leg kedua babak semifinal Piala Carling karena hingga 90 menit pertandingan skor masih menunjuk skor 2-1. Namun sebuah gol Rooney di masa injury time akhirnya memastikan kemenangan 'Setan Merah' dengan agregat 4-3, dan dapat tiket ke final.

Gol yang dibuat Rooney tersebut ternyata bisa membawa efek yang sangat besar terkait jadwal pertarungan MU berikutnya menghadapi The Gunners. Darren Fletcher bahkan merasa gol itu bisa memberi timnya kemenangan dari lawatan ke Emirate Stadium.

Bukan cuma perkara kepercayaan diri yang kini dimiliki pemain MU terkait gol injury time dan kemenangan yang kemudian diraih. Soalnya gol tersebut membuat fisik anak didik Sir Alex Ferguson juga tak sampai terkuras habis, kondisi yang akan terjadi jika laga berlanjut ke perpanjangan waktu.

"Akan menjadi pertandingan besar menghadapi Arsenal, jadi apa yang dilakukan Wayne, saat dia mencetak gol penentu kemenangan di masa injury time, sangatlah baik. Memainkan perpanjangan waktu bukan persiapan yang ideal (untuk menghadapi Arsenal)," ungkap Fletcher di TimesOnline.

Terkait Rooney, gol tandukan kepalanya ke gawang City tersebut merupakan yang ke-21 dalam 29 pertandingan yang sudah dijalani musim ini. Sanjungan tinggi pun diarahkan gelandang Skotlandia itu buat rekannya.

"Dia menonjol dalam pertandingan itu (menghadapi City). Saya tahu kadang sulit buatnya, tapi Anda tak akan berharap ada orang lain di depan (selain Rooney), karena dia melakukan dua pekerjaan pemain sekaligus," pungkas Fletcher.
0 Komentar

M.U. yang Beda di 2010


Manchester - Manchester United menutup tahun dengan kemenangan telak 5-0 atas Wigan Athletic. Sebuah sinyal pun dikirim untuk para rival kalau 'Setan Merah' akan tampil berbeda di 2010.

Performa MU di bulan Desember ini bisa dibilang naik turun. Mengawali bulan dengan menggasak West Ham United 4-0, sepekan berselang Aston Villa memaksa MU bertekuk lutut di kandang sendiri lewat skor 1-0.

Usainya MU kembali menang atas Wolverhampton Wanderers dengan skor 3-0. Dan empat hari kemudian kekalahan kembali datang, kali ini dari Fulham dengan skor mencolok yaitu 3-0. Untungnya performa Wayne Rooney dkk di minggu terakhir bulan ini membaik.

Akhir pekan lalu tuan rumah Hull City dikalahkan 3-1 dan yang paling teraktul adalah raihan lima gol tanpa balas dari Wigan dalam laga terakhirnya di tahun ini. MU pun kokoh di posisi kedua dengan 43 poin dan tetap menempel ketat Chelsea di puncak klasemen, dengan Arsenal menguntit di tempat ketiga dengan 41 poin dan satu laga lebih sedikit.

Namun, Sir Alex Ferguson justru memberi peringatan kepada para rivalnya tersebut kalau MU akan tampil berbahaya tahun depan Kembalinya para punggawa di lini belakang menjadi kunci untuk MU mempertahankan titelnya musim ini, selain pengalaman para pemainnya yang telah merebut trofi Liga Inggris dalam tiga tahun terakhir.

"Pengalaman akan menjadi kunci di paruh kedua musim ini. Kami punya itu dan skuad kami pun mampu melakukannya. Kuncinya adalah kembali fitnya para pemain belakang kami lalu kami akan menjadi tim yang lebih baik lagi," ucap Fergie usai laga kontra Wigan, Kamis (31/12/2009) dinihari WIB, kepada BBC.

MU memang sempat mengalami masalah di pertahanan dengan bertumbangannya para bek andalan macam Nemanja Vidic, Rio Ferdinand, Wes Brown, Gary Neville dan John O'shea. Hanya Patrice Evra yang fit membuat Fergie sempat menaruh Darren Fletcher dan Michael Carrick di lini belakang.

"Tidak diragukan lagi kalau pertahanan yang kembali kuat akan membuat perbedaan bagi kami. Stabilitas yang ditunjukkan empat bek kami saat melawan Wigan dan kemarin melawan Hull sangat fantastis," ungkapnya.

"Malam ini kami mustinya bisa menang lebih banyak karena kami mampu bermain dengan kepercayaan diri dan agresifitas dari lini tersebut (pertahanan)," analisa Fergie tentang penampilan MU tadi.

"Kami memiliki beberapa peluang yang mengenai tiang dan beberapa yang disapu di garis gawang. Tapi kami cukup senang dengan hasil 5-0 ini," demikian pria asal Skotlandia itu.
0 Komentar

'Setan Merah' Pesta Lima Gol di Old Trafford


Manchester - Pesta gol mewarnai tutup tahun Manchester United, Kamis (31/12/2009) dinihari WIB, usai The Red Devils membantai Wigan Athletic lima gol tanpa balas.

Dalam laga yang dihelat di Old Trafford itu, kelima gol MU dicetak oleh lima pemain berbeda. Di babak pertama ada Wayne Rooney, Michael Carrick dan Rafael da Silva. Sementara Dimitar Berbatov dan Antonio Valencia menambahnya di babak kedua.

Raihan poin penuh ini membawa 'Setan Merah' tetap menempel ketat Chelsea di puncak klasemen dengan 43 poin dari 20 laga berlalu, selisih dua dengan rivalnya tersebut. Dan Wigan masih terpuruk di posisi ke-16 dengan 19 poin dari 19 laganya.

Jalannya pertandingan

Pada menit ke-20 tendangan keras Wayne Rooney dari jarak 30 yard masih dapat ditepis oleh Chris Kirkland. Bola rebound menuju ke Antonio Valencia yang langsung mengumpan ke Nemanja Vidic yang tendangannya masih diblok oleh Paul Scharner.

Semenit berselang Rooney yang lolos dari kawalan pemain belakang WIgan melepaskan tendangan melengkung yang berhasil menaklukkan Kirkland namun tidak dengan tiang gawang. Bola membentur dan kembali ke tangkapan Kirkland.

Gol yang ditunggu MU pun hadir ketika marka laga memasuki 30 menit. Bola sodoran Valencia diterima oleh Rafael yang kemudian melakukan overlapping dan mengumpan silang ke kotak penalti. Di sana ada Rooney yang melepaskan tendangan voli yang menjebol jala Kirkland.

Dua menit kemudian Michael Carrick menggandakan keunggulan MU lewat sebuah tembakan ke arah pojok jala Kirkland usai menerima umpan dari Valencia.

Dan di penghujung babak pertama Rafael menjauhkan skor jadi 3-0 untuk MU. Mendapat assist Darren Flecther, Rafael kemudian mengecoh Kirkland dan dengan mudah menceploskan bola ke jala Wigan.

Lima selepas jeda MU kembali membuat gawang Wigan bergetar untuk keempat kalinya. Akselerasi Valencia di sayap kanan diakhirnya dengan sebuah crossing ke dalam kotak penalti dan Berbatov pun dengan mudah menyontek bola ke jala Michael Pollit.

Di menit ke-53 aksi Berbatov yang lepas dari kawalan pemain Wigan pun dituntaskannya dengan sebuah umpan silang yang disambut tandukan Rooney. Sayang bola masih membentur tiang gawang.

Wigan mencuri kesempatan untuk mencetak gol pertamanya dalam laga ini melalui sepakan voli Hugo Rodallega yang masih dapat diselamatkan oleh Tomasz Kuszczak di tiang dekat.

Pada menit ke-75 Valencia turut mencatatkan namanya di papan skor. Umpan terobosan dari Rooney membelah pertahanan Wigan dan Valencia yang berlari meyambut bola untuk kemudian men-chip bola melewati hadangan Pollit.
0 Komentar

Pelangi Seusai Badai


Manchester - Selalu ada pelangi seusai badai melanda. Itulah yang terjadi pada Manchester United. Setiap usai menelan kekalahan, 'Setan Merah' selalu menebusnya dengan kemenangan.

Empat kekalahan sudah menghampiri kubu Sir Alex Ferguson musim ini. Sedikit terlalu banyak, karena itu adalah jumlah kekalahan yang diderita MU musim lalu ketika mereka menjadi juara di akhir musim.

Kekalahan sudah diderita MU saat Liga baru masuk pekan kedua. Wayne Rooney dkk saat itu dipecundangi tim promosi, Burnley. Namun cuma empat hari setelahnya, MU langsung kontan membayar hutang dengan melibas Wigan 5-0.

Setelah itu, MU memenangi lima dari enam pertandingan berikutnya--termasuk dengan membekap Arsenal 2-1. Namun kekalahan lagi-lagi mampir, kali ini dari musuh besarnya, Liverpool, dengan skor 0-2.

Namun MU sanggup bangkit di laga berikutnya. Blackburn Rovers yang datang ke Old Trafford sepekan kemudian dikirim pulang dengan skor 2-0 lewat gol Dimitar Berbatov dan Rooney.

Kekalahan kemudian datang lebih lebih cepat. Pekan berikutnya MU dipermalukan Chelsea 1-0 di kandang lawan. Tapi lagi-lagi skuad Ferguson bisa melompat lebih tinggi dengan menekuk Everton 3-0.

Yang terakhir, kekalahan diderita MU dari tim yang tengah naik daun, Aston Villa. Yang membuat malu 'Setan Merah', kekalahan itu terjadi di kandang sendiri.

Sekali lagi, ujar-ujar bahwa selalu ada pelangi seusai badai berlaku untuk MU. Rooney cs membuktikan bahwa mereka langsung bisa melupakan hasil buruk dengan menyikat Wolverhampton Wanderers yang jadi lawan berikut dengan skor 3-0.

Selain menang, hal positif lain yang patut dicatat adalah kemampuan MU untuk mencetak cleansheet alias tidak kebobolan gol. Kiper Tomas Kusczak pun memuji barisan pertahanan di depannya walau terjadi tambal sulam pemain.

"Michael Carrick, Darren Fletcher dan Ritchie De Laet bermain sangat bagus. Tentu saja, ini sulit buat mereka, tapi kami tidak kebobolan dan itulah yang terpenting," girang Kusczak di situs klub.